Review Wuling Binguo, Mobil Listrik Terjangkau dengan Jarak Tempuh Maksimal

Wuling binguo

UPDATEOTOMOTIF.COM - Wuling Binguo (atau sering disebut Wuling Bingo) menarik perhatian pasar otomotif karena menawarkan mobil listrik dengan harga relatif terjangkau dan jarak tempuh yang menjanjikan.

Kehadirannya dianggap sebagai langkah strategis bagi Wuling untuk memperluas penetrasi kendaraan listrik ke segmen kota kecil dan menengah.

Mobil ini diproduksi oleh SAIC-GM-Wuling sejak tahun 2023 dan kini memasuki pasar global serta Indonesia sebagai salah satu negara pelopor impor EV murah.

Banyak pihak melihat bahwa mobil listrik murah seperti Wuling Binguo bisa mempercepat transisi mobilitas ramah lingkungan di negara berkembang.

Wuling Binguo tersedia dengan beberapa varian baterai: mulai dari 17,3 kWh yang mampu menjangkau sekitar 203 km, hingga varian 31,9 kWh dengan jarak tempuh hingga 333 km dalam satu kali pengisian penuh.

Varian lebih tinggi juga menawarkan paket 37,9 kWh dengan klaim jarak tempuh mencapai 410 km menurut standar CLTC.

Kendati demikian, performa nyata seringkali lebih rendah dari klaim pabrikan karena kondisi jalan, suhu, dan gaya mengemudi.

Sebagai contoh, versi entry-level Binguo menunjukkan efisiensi tinggi dalam kota, tetapi untuk rute panjang harus diatur agar pengisian ulang tepat waktu.

Binguo wuling

Review Wuling Binguo

Wuling Binguo hadir dalam format hatchback lima pintu kelas subkompak. Di pasar Indonesia, model ini dipasarkan dengan dua varian, yaitu Lite dan Pro, menggunakan baterai 31,9 kWh yang diklaim mampu menempuh hingga 333 km.

Selanjutnya, versi global Binguo juga menyediakan baterai 17,3 kWh (203 km) atau 37,9 kWh (410 km). Secara tampilan, Binguo mengusung gaya desain retro-modern dengan lekukan minimalis, lampu bundar, dan tampilan yang compact namun fungsional.

Dimensinya: panjang 3.950 mm, lebar 1.708 mm, tinggi 1.580 mm, serta jarak sumbu roda 2.560 mm. Beratnya berkisar antara 990–1.185 kg tergantung varian.

Motor listrik yang digunakan adalah permanent magnet, tersedia dalam pilihan 30 kW atau 50 kW tergantung varian. Kecepatan maksimum dibatasi sekitar 100 km/jam. Akselerasi di dalam kota cukup responsif berkat torsi instan motor listrik.

Namun, dalam kondisi jalan berbukit atau beban penuh, performa akan menurun meskipun masih sangat layak untuk penggunaan harian di perkotaan.

Faktor paling dijagokan dari Binguo adalah jarak tempuhnya. Versi 31,9 kWh diklaim 333 km (CLTC), sementara versi 37,9 kWh bisa mencapai 410 km (CLTC). Versi 17,3 kWh mampu menjangkau 203 km menurut standar NEDC/CLTC.

Dalam pengujian eksternal, beberapa reviewer menyatakan bahwa jarak tempuh praktis berada di kisaran 80-90% dari klaim pabrikan dalam kondisi jalan normal. Misalnya, efisiensi turun ketika HVAC nyala atau beban penuh.

Oleh karena itu, pengguna disarankan merencanakan titik pengisian ulang terutama saat melakukan perjalanan jauh.

Binguo mendukung pengisian AC standar dan juga DC fast charge. Pabrikan menyebut bahwa pengisian dari 30% ke 80% pada fast charging dapat dilakukan sekitar 35 menit.

Dalam praktiknya, kecepatan pengisian bergantung pada stasiun charger, suhu baterai, dan arus listrik. Karena itu, infrastruktur pengisian di daerah Anda menjadi kunci agar mobil listrik ini benar-benar digunakan tanpa hambatan.

Di bagian kabin, tampak kesan minimalis namun modern. Panel instrumen digital, layar tengah infotainment, AC otomatis, dan kontrol suhu menjadi bagian fitur standar pada varian menengah ke atas.

Kursi serta ruang penumpang cukup luas untuk mobil kelas subkompak. Kendati demikian, material interior cenderung sederhana agar biaya dipertahankan. Isolasi kebisingan masih menjadi titik yang bisa diperbaiki, terutama di kecepatan tinggi.

Dalam pengumuman peluncuran di Indonesia, Wuling menetapkan harga varian tertinggi mencapai sekitar Rp 408 juta. Versi Lite yang diluncurkan belakangan memiliki harga lebih terjangkau.

Dengan harga tersebut, Binguo berada di segmen yang lebih rendah dibanding banyak EV di Indonesia, menjadikannya opsi menarik bagi konsumen yang ingin beralih ke kendaraan listrik tanpa harus membayar mahal.

Kelebihan: Harga relatif terjangkau untuk EV dengan jarak tempuh signifikan, desain menarik, efisiensi dalam kota, dan dukungan fast charging.

Kekurangan: Jarak tempuh pada kondisi nyata bisa lebih rendah, infrastruktur pengisian belum merata di banyak tempat, performa ketika beban berat atau tanjakan tinggi terbatas, dan kenyamanan interior sederhana. (sgsa)