UPDATEOTOMOTIF.COM - Pabrikan otomotif asal Vietnam, VinFast, menegaskan bahwa pembangunan pabrik mobil listrik (EV) mereka di Subang, Jawa Barat, masih berjalan sesuai jadwal. CEO VinFast Indonesia, Kariyanto Hardjosoemarto, menyatakan bahwa perusahaan tetap berkomitmen untuk menuntaskan proyek ini pada akhir 2025.
“Proses pembangunan berjalan sesuai rencana yang telah ditetapkan dan tetap berada pada jalur [on-track] untuk diselesaikan pada akhir 2025,” ujar Kariyanto kepada Bisnis, dikutip Selasa (26/8/2025).
Pernyataan ini menegaskan keseriusan VinFast dalam menunaikan komitmen investasi dan menjaga kepercayaan pemerintah Indonesia. Berdasarkan data dari Kementerian Perindustrian (Kemenperin), progres pembangunan pabrik VinFast di Subang telah mencapai 77 persen per 18 Agustus 2025.
Pabrik pertama VinFast di Indonesia ini berdiri di atas lahan seluas 170 hektare dengan investasi awal sebesar US$200 juta atau sekitar Rp3,2 triliun. Kapasitas produksinya mencapai 50.000 unit per tahun, menegaskan peran strategis pabrik ini dalam memperluas penetrasi kendaraan listrik di pasar domestik.
Sejak resmi memasuki Indonesia pada tahun lalu, VinFast telah memperkenalkan empat model mobil listrik berbasis baterai (BEV), yaitu VinFast VF 3, VF e34, VF 5, dan VF 6. Keempat model ini menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk menghadirkan mobil listrik yang terjangkau sekaligus ramah lingkungan bagi konsumen Indonesia.
Di sisi lain, pemerintah mencatat bahwa sebagian area pabrik VinFast masih tercatat sebagai Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) menurut peta tata ruang. Meski saat ini tidak ada aktivitas persawahan di lokasi tersebut, VinFast diminta menyediakan lahan pengganti seluas tiga kali lipat dari area yang berstatus LP2B.
Langkah ini bertujuan memastikan investasi tetap berjalan sambil menjaga keberlanjutan lahan pertanian yang terdampak. Kariyanto menekankan bahwa VinFast selalu mematuhi peraturan hukum dan menjaga kelestarian lingkungan dalam setiap proyek.
“Menurut seluruh dokumen resmi yang kami miliki hingga sekarang, tidak ditemukan adanya penetapan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) di area yang telah disetujui sebagai lokasi pabrik kami di Subang,” ungkap Kariyanto.
Ia menambahkan bahwa perusahaan akan mengikuti arahan pemerintah untuk memastikan kelancaran investasi dan keberlanjutan kemitraan di Indonesia.
“Kami sangat menghormati arahan pemerintah, dan sebagai bagian dari investasi serta kemitraan berkelanjutan kami di Indonesia, kami berkomitmen untuk terus menjalin komunikasi yang dilandasi itikad baik dengan pihak berwenang,” imbuhnya.
Pernyataan ini menegaskan posisi VinFast sebagai investor yang transparan dan kooperatif. Sebelumnya, pemerintah juga menyoroti status lahan dalam proyek serupa yang digarap BYD.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyatakan bahwa kedua pabrik kendaraan listrik ini memiliki potensi menyerap banyak tenaga kerja. Namun, pemerintah menekankan perlunya penyesuaian tata ruang agar pembangunan industri EV berjalan sesuai peraturan dan tetap berkelanjutan.
Proyek pabrik VinFast di Subang tidak hanya menghadirkan investasi besar, tetapi juga menjadi sumber penyerapan tenaga kerja. Dengan kapasitas produksi 50.000 unit per tahun, pabrik ini diperkirakan mampu membuka ribuan lapangan kerja, mulai dari tenaga teknis hingga staf operasional dan manajemen.
Kehadiran pabrik ini juga mendukung strategi pemerintah dalam memperluas ekosistem kendaraan listrik berbasis baterai di Indonesia. Selain itu, VinFast menunjukkan komitmen terhadap kelestarian lingkungan dan tata ruang dengan menyiapkan lahan pengganti.
Strategi ini tidak hanya memastikan pembangunan pabrik berjalan lancar, tetapi juga menegaskan tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan. Langkah ini penting bagi VinFast untuk menjaga reputasi sebagai investor yang patuh hukum sekaligus mendukung keberlanjutan industri EV nasional.
Dengan semua langkah ini, VinFast tidak hanya menguatkan posisi di pasar kendaraan listrik Indonesia, tetapi juga berperan dalam transformasi industri otomotif nasional menuju era elektrifikasi. Perusahaan terus menjaga komunikasi dengan pemerintah, memastikan proyek pabrik Subang berjalan lancar, aman, dan berkelanjutan, sekaligus menjadi pionir dalam investasi kendaraan listrik di Tanah Air. (dda)






