UPDATEOTOMOTIF.COM - Masuknya XPeng ke Indonesia menandai babak baru dalam persaingan kendaraan listrik nasional.
Produsen mobil listrik asal Tiongkok itu resmi hadir melalui kemitraan strategis dengan PT Erajaya Active Lifestyle (ERAL).
Langkah ini diumumkan pada Jumat (28/2), sekaligus menegaskan komitmen XPeng untuk memperluas pasar globalnya dan menjadikan Indonesia sebagai salah satu pusat ekspansi di Asia Tenggara.
ERAL ditunjuk langsung sebagai Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM).
Dengan pengalaman panjang perusahaan tersebut dalam mengelola dan mendistribusikan produk premium, XPeng menargetkan penetrasi cepat di pasar kendaraan listrik yang kini berkembang pesat.
Keputusan itu juga selaras dengan meningkatnya minat masyarakat terhadap mobil listrik yang menawarkan efisiensi energi dan teknologi yang semakin matang.
Dua model langsung diperkenalkan ke publik
Keduanya menjadi ujung tombak untuk memperkenalkan teknologi dan karakter desain XPeng kepada konsumen Indonesia.
X9 hadir sebagai MPV listrik bertampilan futuristik dengan teknologi mutakhir, sementara G6 membawa karakter SUV listrik yang dirancang untuk mobilitas perkotaan maupun perjalanan jarak lebih jauh.
Dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia, CEO PT Erajaya Active Lifestyle, Djohan Sutanto, menyampaikan rasa bangga atas dipercayanya ERAL sebagai mitra resmi XPeng.
Ia menjelaskan bahwa XPeng membutuhkan rekan lokal yang memiliki visi, ekosistem, dan pemahaman pasar yang kuat untuk memperkenalkan produknya.
“Erajaya Active Lifestyle sangat bangga telah menjadi mitra utama dalam perjalanan XPeng di Indonesia.
Kami memiliki visi yang selaras dan siap membawa merek ini berkembang di pasar kendaraan listrik nasional,” ujar Djohan.

“XPeng resmi masuk Indonesia melalui kemitraan dengan ERAL, menghadirkan MPV X9 dan SUV G6 listrik
Ia menambahkan bahwa XPeng memilih ERAL karena reputasi perusahaan tersebut sebagai ‘neo-force’ di Indonesia, terutama dalam membangun ekosistem distribusi dan layanan untuk merek-merek internasional.
Dengan landasan tersebut, kolaborasi ini diyakini mampu memperkuat posisi XPeng di segmen kendaraan listrik premium.
Setelah memperkenalkan XPeng X9, XPeng memastikan bahwa G6 akan segera masuk pasar.
Model SUV listrik itu dirancang untuk konsumen yang membutuhkan mobil dengan jangkauan baterai panjang, kemampuan pengisian daya cepat, dan sistem kokpit pintar yang mudah dioperasikan.
“XPeng G6 memiliki jangkauan baterai yang luar biasa, teknologi pengisian daya cepat, serta sistem kokpit pintar yang inovatif.
Mobil ini akan menjadi pilihan menarik bagi penggemar kendaraan listrik di Indonesia,” kata Djohan.
G6 juga dibekali dengan teknologi otonom dan fitur keselamatan modern yang sudah dioptimalkan untuk kebutuhan pasar setir kanan.
Dengan bekal tersebut, XPeng menargetkan SUV listrik ini mampu menjadi pesaing kuat di kelas premium yang kini semakin ramai.
Menariknya, XPeng tak hanya sekadar menjual unit secara impor. Produsen asal Tiongkok itu sudah menyiapkan rencana produksi lokal yang ditargetkan mulai berjalan pada paruh kedua 2025.
Fasilitas produksi tersebut akan fokus pada model XPeng X9 dan XPeng G6 versi setir kanan untuk memenuhi kebutuhan domestik sekaligus pasar regional.
Pendekatan produksi dalam negeri ini menegaskan strategi XPeng yang ingin membangun ekosistem kendaraan listrik lebih komprehensif di Indonesia.
Dengan produksi lokal, XPeng berharap dapat menawarkan harga lebih kompetitif, meningkatkan kapasitas layanan purna jual, dan memperkuat rantai pasok di dalam negeri.
Langkah ini juga sejalan dengan arah kebijakan pemerintah yang mendorong percepatan elektrifikasi industri otomotif nasional.
ERAL sebagai ATPM memainkan peran penting dalam strategi tersebut. Perusahaan bakal membangun jaringan dealer dan layanan purna jual yang mencakup layanan 1S dan 3S.
Lokasinya diprioritaskan di area strategis agar mudah dijangkau konsumen. Jaringan layanan ini menjadi fondasi penting untuk membangun kepercayaan konsumen terhadap merek baru.
Selain membangun jaringan penjualan, XPeng juga berfokus membentuk komunitas pengguna kendaraan listrik di Indonesia.
Melalui teknologi pintar, layanan terintegrasi, serta fitur keselamatan canggih, XPeng ingin menghadirkan pengalaman kepemilikan yang menyeluruh.
Pendekatan ini menjadi pembeda sekaligus mendorong adopsi kendaraan listrik lebih cepat di masyarakat.
XPeng menempatkan Indonesia sebagai pasar yang sangat potensial, mengingat pertumbuhan minat terhadap mobil listrik terus meningkat.
Dengan dukungan ekosistem kemitraan yang diperkuat ERAL, XPeng optimistis mampu menawarkan solusi mobilitas ramah lingkungan yang lebih mudah diakses.
Teknologi yang dibawa XPeng juga diharapkan dapat memperkaya pilihan konsumen di segmen premium, yang selama ini didominasi beberapa nama besar.
Kehadiran XPeng juga membawa sinyal positif bagi industri otomotif nasional.
Ekspansi yang agresif, rencana produksi lokal, dan pengembangan layanan yang menyeluruh menjadi bukti bahwa Indonesia semakin dilirik sebagai pusat pengembangan kendaraan listrik.
Langkah XPeng ini dapat membuka peluang kolaborasi baru di sektor manufaktur, distribusi, hingga layanan pendukung lainnya.
Dengan semua langkah tersebut, XPeng siap menjadi pemain yang diperhitungkan dalam industri kendaraan listrik nasional.
Kolaborasi jangka panjang dengan ERAL menjadi kunci membangun fondasi kuat di Indonesia, mulai dari ketersediaan produk, peningkatan layanan, hingga pengembangan komunitas pengguna.
Dalam jangka panjang, strategi XPeng dan ERAL diharapkan mendorong adopsi kendaraan listrik lebih luas, memperkuat ekosistem industri, dan mendukung visi Indonesia dalam menciptakan transportasi berkelanjutan yang lebih ramah lingkungan.
Kolaborasi ini juga dapat menjadi pemicu bagi produsen lain untuk mempercepat inovasi dan menghadirkan produk yang lebih kompetitif.
Dengan teknologi modern, jaringan layanan yang disiapkan secara bertahap, serta rencana produksi lokal, XPeng membawa angin segar ke pasar kendaraan listrik Indonesia.
Konsumen kini memiliki pilihan lebih beragam, sementara industri nasional mendapatkan dorongan kuat menuju masa depan elektrifikasi yang lebih matang.(dda/taa)






