Mazda CX-60 Punya Kelebihan dan Kekurangan, Simak Info Lengkapnya

Mazda cx 60

UPDATEOTOMOTIF.COM - Mazda CX-60 hadir sebagai SUV terbaru yang menjadi andalan Mazda di kelas premium. Kehadirannya di Indonesia menarik perhatian karena membawa kombinasi desain elegan, performa mesin bertenaga, serta fitur modern yang menyasar kalangan pencinta otomotif,

SUV ini diperkenalkan pertama kali secara global pada 2022, kemudian masuk pasar Asia termasuk Indonesia dengan beberapa varian mesin. Model ini menjadi tonggak penting bagi Mazda karena memperkenalkan platform baru berbasis penggerak roda belakang,

Mazda CX-60 membawa mesin inline-six yang jarang dimiliki kompetitor di kelasnya, bahkan disertai opsi plug-in hybrid (PHEV). Hal ini menunjukkan keseriusan Mazda untuk bersaing dengan merek Eropa yang lebih dulu mendominasi pasar SUV mewah,

Dari segi desain, Mazda CX-60 menonjolkan filosofi “Kodo: Soul of Motion” yang selama ini menjadi identitas brand. Grille besar, lekukan tegas, serta interior berkelas premium menjadi daya tarik utama bagi konsumen urban,

Salah satu kelebihan utama Mazda CX-60 terletak pada interiornya yang mewah dan fungsional. Material kulit, detail kayu, serta layar infotainment berukuran besar membuat kabin terasa nyaman sekaligus berkelas,

Mazda bahkan menambahkan teknologi keselamatan i-Activsense dengan fitur seperti adaptive cruise control, lane keep assist, dan kamera 360 derajat. Menurut laporan Top Gear, CX-60 disebut sebagai “SUV Jepang yang berusaha tampil sekelas Eropa.”

Selain itu, fitur i-Activsense juga mencakup blind spot monitoring, rear cross traffic alert, serta automatic emergency braking. Fitur ini memberikan rasa aman lebih bagi pengemudi yang sering berkendara di area perkotaan dengan lalu lintas padat.

Performa mesin juga menjadi keunggulan tersendiri, terutama dengan hadirnya varian mesin 3.3L e-Skyactiv-D diesel yang menghasilkan hingga 254 hp dan torsi 550 Nm.

Selain itu, ada juga varian plug-in hybrid dengan kombinasi mesin 2.5L dan motor listrik yang mampu menghasilkan tenaga hingga 327 hp. Data resmi dari Mazda menyebut PHEV ini bisa menempuh jarak sekitar 60 km dengan tenaga listrik murni.

“Kami ingin memberikan pilihan berkendara yang lebih ramah lingkungan tanpa mengurangi performa,” ujar perwakilan Mazda dalam peluncuran globalnya.

Efisiensi bahan bakar juga menjadi poin yang banyak diperhatikan. Varian diesel diketahui mampu mencatat konsumsi bahan bakar sekitar 20 km per liter dalam kondisi ideal, sementara varian PHEV sangat cocok untuk penggunaan harian dengan jarak tempuh pendek karena bisa mengandalkan mode listrik penuh.

Namun, meski tampil menjanjikan, CX-60 tidak lepas dari kekurangan. Beberapa ulasan mengkritisi suspensi yang terasa cukup keras, terutama saat melewati jalan bergelombang, sehingga kenyamanan tidak selalu maksimal.

Selain itu, ruang kabin baris kedua dinilai kurang lega jika dibandingkan SUV premium lain, sehingga terasa agak sempit bagi penumpang bertubuh tinggi. Faktor ini cukup berpengaruh bagi keluarga yang membutuhkan kenyamanan ekstra.

Harga juga menjadi pertimbangan penting bagi calon pembeli. Varian Mazda CX-60 Pro yang dijual di Indonesia dibanderol sekitar Rp799 juta (OTR Jakarta), mendekati harga SUV Eropa seperti BMW X3 atau Mercedes-Benz GLC.

Meski menawarkan banyak fitur unggulan, harga ini bisa menjadi tantangan karena konsumen di segmen tersebut umumnya sudah mempertimbangkan merek dengan prestise lebih tinggi. Mazda perlu membuktikan bahwa CX-60 bukan sekadar alternatif, tetapi pesaing serius di kelas SUV premium.

Kesimpulannya, Mazda CX-60 adalah SUV yang menarik bagi konsumen yang menginginkan mobil dengan performa kuat, teknologi modern, serta desain premium. Dengan mesin inline-six dan opsi hybrid, CX-60 menjadi alternatif bagi mereka yang ingin mencoba sesuatu yang berbeda dari dominasi merek Eropa.

Namun, calon pembeli perlu mempertimbangkan faktor harga, kenyamanan suspensi, serta ruang kabin sebelum memutuskan membeli. Dengan segala kelebihan dan kekurangannya, CX-60 bisa disebut sebagai salah satu SUV Jepang yang paling ambisius di tahun 2025. (sgsa)