UPDATEOTOMOTIF.COM - Insentif kendaraan listrik yang disetop pemerintah diperkirakan akan memberi dampak signifikan terhadap penjualan mobil listrik berbasis baterai atau battery electric vehicle (BEV) pada 2026.
Setelah mencatat pertumbuhan pesat sepanjang 2025, laju pasar mobil listrik nasional diprediksi menghadapi tantangan baru, terutama akibat berakhirnya insentif untuk kendaraan impor pada akhir Desember 2025.
Pakar otomotif dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Yannes Martinus Pasaribu, menilai insentif impor mobil listrik selama ini berperan besar dalam mendorong minat beli konsumen, khususnya dari kalangan kelas menengah.
Menurutnya, kebijakan tersebut membuat harga mobil listrik menjadi lebih kompetitif dan terjangkau, sehingga adopsi kendaraan ramah lingkungan meningkat cukup signifikan dalam setahun terakhir.
Namun, dengan dihentikannya insentif tersebut, Yannes memprediksi penjualan mobil listrik pada 2026 tidak akan setinggi tahun sebelumnya.
Ia melihat potensi perlambatan pertumbuhan BEV cukup besar, terutama pada segmen mobil listrik impor yang selama ini menikmati keuntungan harga dari kebijakan pemerintah.

Insentif disetop, laju penjualan mobil listrik diprediksi melambat tahun depan. Hybrid jadi alternatif paling rasional.
“Tahun 2026 tampaknya laju pertumbuhan total segmentasi BEV kemungkinan akan melambat dibandingkan tahun 2025, akibat hilangnya insentif impor BEV. Pertumbuhan kelak akan digerakkan oleh BEV rakitan lokal,” kata Yannes saat dihubungi, Senin (22/12).
Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan bahwa penjualan mobil listrik di Indonesia sepanjang 2025 memang mengalami lonjakan tajam.
Sejak Januari hingga November 2025, penjualan mobil listrik berbasis baterai secara wholesales atau distribusi dari pabrik ke dealer tercatat mencapai 82.525 unit.
Angka tersebut melonjak hingga 113 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Tak hanya BEV, segmen elektrifikasi lain juga mencatatkan pertumbuhan yang sangat signifikan.
Gaikindo mencatat distribusi mobil plug-in hybrid electric vehicle (PHEV) selama Januari hingga November 2025 mencapai 4.312 unit.
Angka ini melonjak drastis hingga 3.217 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya mencatatkan penjualan 130 unit.
Bahkan, sepanjang Januari hingga Desember 2024, total penjualan PHEV hanya bertambah menjadi 136 unit.
Capaian positif juga terlihat pada segmen mobil hybrid electric vehicle (HEV). Meski pertumbuhannya tidak setinggi BEV maupun PHEV, permintaan mobil hybrid tetap menunjukkan tren peningkatan yang stabil.
Yannes menilai kondisi ini mencerminkan pergeseran preferensi konsumen yang mulai lebih rasional dalam memilih teknologi kendaraan elektrifikasi.
Menurut Yannes, mobil hybrid menawarkan kombinasi yang menarik antara efisiensi bahan bakar dan kemudahan penggunaan.
Konsumen tidak perlu khawatir dengan keterbatasan jarak tempuh atau range anxiety seperti pada mobil listrik murni.
Selain itu, mobil hybrid tidak bergantung pada infrastruktur pengisian daya yang hingga kini belum merata di berbagai wilayah Indonesia.
“Sedangkan segmentasi HEV akan sangat subur, akibat konsumen rasional akan memilih HEV sebagai safe haven, karena HEV menawarkan efisiensi BBM, range anxiety nol,” ucap dia.
Ia juga menyoroti potensi kuat penjualan mobil hybrid, khususnya dari merek-merek Jepang. Menurutnya, faktor jaringan purnajual yang luas serta reputasi agen pemegang merek (APM) yang sudah mapan menjadi keunggulan tersendiri bagi mobil hybrid Jepang di pasar domestik.
“Khusus untuk HEV Jepang akan lebih solid sales-nya karena didukung oleh after-sales yang solid dari APM-nya,” kata Yannes.
Dengan berakhirnya insentif mobil listrik impor, peta persaingan kendaraan elektrifikasi di Indonesia diperkirakan akan mengalami pergeseran.
Mobil listrik rakitan lokal dan kendaraan hybrid diprediksi menjadi penopang utama pertumbuhan pasar otomotif nasional pada 2026, seiring konsumen mulai mempertimbangkan faktor harga, kemudahan penggunaan, dan dukungan layanan purnajual secara lebih matang. (vip)






