UPDATEOTOMOTIF.COM - PT Astra Honda Motor (AHM) memastikan motor Honda yang dijual di Indonesia sudah dirancang untuk bisa menggunakan bahan bakar bensin dengan campuran etanol 10 persen (E10).
Ahmad Muhibbuddin, General Manager Corporate Communication AHM, menyampaikan hal tersebut dalam sebuah acara resmi yang digelar di Gedung Sarinah, Jakarta, pada Jumat (10/10/2025).
Menurut Ahmad, seluruh motor Honda terbaru telah kompatibel dengan bahan bakar jenis E10 yang merupakan campuran bensin dengan bioetanol hingga sepuluh persen.
Hal ini juga tertulis dalam buku servis manual Honda, di mana motor-motor Honda bisa menggunakan bensin dengan kandungan etanol maksimal 10 persen, termasuk pada model Honda Vario.
AHM mengambil langkah ini sebagai persiapan atas kebijakan pemerintah yang akan mewajibkan penggunaan bahan bakar E10 dalam waktu dua hingga tiga tahun ke depan.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, pernah menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto sudah menyetujui penerapan bahan bakar E10 secara nasional.
Kebijakan tersebut bertujuan mengurangi ketergantungan Indonesia pada impor bahan bakar fosil dan juga mendukung target Net Zero Emission (NZE) di tahun 2060.
Pada tahun 2023, pemerintah Indonesia melalui PT Pertamina (Persero) meluncurkan Pertamax Green 95, bensin dengan kandungan bioetanol sebesar 5 persen (E5) sebagai upaya awal biofuel.
AHM juga sudah memastikan bahwa semua model motor Honda di Indonesia aman menggunakan Pertamax Green 95, sehingga konsumen tidak perlu khawatir soal kompatibilitas bahan bakar.
Rina Listiani, Corporate Communication PT AHM, menegaskan bahwa motor Honda aman digunakan dengan Pertamax Green 95 yang mengandung bioetanol lima persen.
Selain itu, AHM juga aktif mendukung penggunaan biofuel sebagai bagian dari komitmen mereka terhadap kendaraan ramah lingkungan dan pengurangan emisi karbon.
Thomas Wijaya, Executive Vice President Director PT AHM, menjelaskan bahwa teknologi Honda sudah siap mendukung biofuel yang berasal dari berbagai sumber, termasuk bioetanol dari tebu.
Namun, Thomas menekankan bahwa keberhasilan penggunaan biofuel memerlukan dukungan regulasi yang jelas dan kesiapan bahan bakar di lapangan.
Dengan rencana penerapan bahan bakar E10 oleh pemerintah, AHM memastikan motor Honda yang dijual saat ini sudah siap dan aman digunakan dengan jenis bahan bakar tersebut.
Konsumen motor Honda tidak perlu khawatir soal performa maupun kerusakan yang disebabkan oleh penggunaan bensin E10 karena motor sudah didesain kompatibel.
AHM juga mengingatkan konsumen agar selalu merujuk buku servis manual resmi dan mengikuti rekomendasi dari pabrikan untuk menjaga performa motor secara optimal.
Perawatan rutin motor dan penggunaan bahan bakar yang tepat menjadi kunci menjaga keawetan serta kinerja motor Honda dalam jangka panjang.
Dengan kesiapan ini, AHM menunjukkan komitmen kuat mendukung kebijakan pemerintah yang mendorong penggunaan bahan bakar ramah lingkungan dan berkelanjutan.
AHM percaya bahwa langkah ini juga ikut berkontribusi pada upaya pelestarian lingkungan dengan mengurangi emisi karbon dari kendaraan bermotor.
Selain itu, AHM juga menyediakan layanan pelanggan yang siap membantu memberikan informasi terkait kompatibilitas motor dan penggunaan bahan bakar E10.
Konsumen bisa mengakses situs resmi AHM untuk mendapatkan informasi terbaru dan layanan purna jual yang mendukung penggunaan bahan bakar bioetanol.
Artikel ini disusun berdasarkan informasi yang tersedia hingga Oktober 2025 dan bisa mengalami pembaruan seiring perkembangan kebijakan dan teknologi terkait bahan bakar.
Ke depan, AHM akan terus berinovasi agar produk motor Honda semakin ramah lingkungan dan dapat mengikuti regulasi pemerintah tanpa mengurangi performa mesin.
Dengan penegasan resmi ini, konsumen motor Honda dapat merasa tenang dalam menghadapi perubahan bahan bakar yang mulai diberlakukan pemerintah.
Kesiapan AHM juga menjadi bukti nyata bahwa industri otomotif nasional berperan aktif dalam mendukung transformasi energi berkelanjutan di Indonesia. (Okt)






