Pilihan Motor Paling Hemat Bahan Bakar 2026.
UPDATEOTOMOTIF.COM - Efisiensi bahan bakar masih menjadi salah satu faktor utama yang dipertimbangkan saat memilih sepeda motor. Terlebih bagi masyarakat yang mengandalkan kendaraan roda dua untuk aktivitas harian dan kebutuhan pekerjaan.
Di tengah harga bahan bakar yang tengah melonjak dan tingginya mobilitas di perkotaan, motor dengan konsumsi BBM irit bisa menjadi pilihan untuk menekan pengeluaran bulanan secara signifikan.
Berbeda dengan segmen anak muda yang cenderung mengutamakan desain dan performa, kebanyakan para pekerja mulai dari karyawan kantoran, pengemudi ojek online, hingga kurir logistik justri lebih memprioritaskan kepraktisan dan efisiensi kendaraan.
Motor yang irit bahan bakar dianggap sebagai solusi paling rasional untuk menunjang produktivitas tanpa membebani biaya operasional.
Memasuki tahun 2026, sejumlah pabrikan otomotif di Indonesia masih mempertahankan dan menyempurnakan lini motor matic dan bebek yang dikenal hemat BBM.
Berikut deretan rekomendasi motor yang dinilai paling irit bahan bakar dan layak dipertimbangkan bagi pengguna yang tengah mencari kendaraan untuk menunjang aktivitas harian dan keperluan kerja.
Yamaha Gear 125
Yamaha Gear 125.
Yamaha Gear 125 menjadi salah satu motor matic yang cukup diperhitungkan dalam hal efisiensi bahan bakar. Motor ini telah dibekali fitur Stop Start System (SSS) yang berfungsi mematikan mesin secara otomatis saat motor berhenti dalam waktu tertentu, seperti di lampu lalu lintas.
Teknologi tersebut terbukti mampu mengurangi konsumsi bahan bakar secara signifikan. Berdasarkan hasil uji coba dengan bahan bakar RON 92 dan gaya berkendara normal, Yamaha Gear 125 mampu menempuh jarak sekitar 74,4 kilometer hanya dengan 1,04 liter bensin.
Meski demikian, motor ini memiliki beberapa catatan kekurangan, seperti panel instrumen yang masih tergolong sederhana, suspensi depan yang terasa kaku, bobot relatif berat di kisaran 95–96 kilogram, serta ground clearance yang rendah sehingga kurang ideal untuk jalanan rusak.
Honda BeAT
Honda BeAT.
Honda BeAT masih mempertahankan reputasinya sebagai motor matic paling irit di kelasnya. PT Astra Honda Motor (AHM) mengklaim konsumsi BBM All New Honda BeAT mencapai 60,6 kilometer per liter.
Sementara itu, varian BeAT Street memiliki konsumsi sekitar 52 kilometer per liter, sedikit lebih boros karena bobot lebih berat dan penggunaan ban yang lebih lebar.
Meski unggul dari sisi efisiensi, Honda BeAT juga memiliki keterbatasan. Suspensi yang cenderung keras, kapasitas tangki bahan bakar yang kecil, serta ruang bagasi terbatas menjadi beberapa hal yang perlu diperhatikan, terutama bagi pengguna dengan mobilitas tinggi.
Honda Scoopy
Honda Scoopy.
Honda Scoopy hadir dengan mesin berkapasitas 109,5 cc yang mampu menghasilkan tenaga 8,8 tenaga kuda pada 7.500 rpm dan torsi 9,2 Nm. Berdasarkan pengujian konsumsi BBM dengan bahan bakar RON 92, motor ini mampu mencatat efisiensi hingga 58 kilometer per liter.
Dengan kapasitas tangki sebesar 4,2 liter, Honda Scoopy dapat menempuh jarak hingga sekitar 243 kilometer dalam kondisi tangki penuh.
Namun, performa mesin yang standar, suspensi belakang yang kurang nyaman, serta penggunaan velg 12 inci membuat motor ini kurang ideal untuk perjalanan jarak jauh atau medan tidak rata.
Suzuki Address FI
Suzuki Address FI.
Suzuki Address FI dirancang sebagai motor fungsional untuk kebutuhan harian. Mengusung mesin 110 cc dengan tenaga sekitar 6,9 kW dan kapasitas tangki 5,2 liter, motor ini diklaim mampu menempuh jarak hingga 50 kilometer per liter.
Keunggulan utama Suzuki Address FI terletak pada kapasitas bagasi yang luas dan posisi berkendara yang nyaman.
Namun dari sisi desain, motor ini dinilai sudah ketinggalan zaman. Selain itu, suara starter yang cukup keras kerap menjadi keluhan pengguna.
Suzuki Access 125
Suzuki Access 125.
Suzuki Access 125 juga masuk dalam daftar motor irit BBM berkat penerapan teknologi Suzuki Eco Performance (SEP). Dengan kapasitas tangki 5,3 liter dan konsumsi BBM rata-rata 57,3 kilometer per liter, motor ini mampu menempuh jarak lebih dari 300 kilometer dalam sekali pengisian penuh.
Meski unggul dari sisi efisiensi dan kenyamanan, Suzuki Access 125 memiliki beberapa kekurangan, antara lain desain yang kurang sporty, fitur yang relatif minimalis, serta ukuran ban belakang 10 inci yang membuatnya kurang stabil saat dipacu pada kecepatan tinggi.
Secara keseluruhan, motor-motor tersebut tetap menjadi pilihan rasional bagi masyarakat yang mengutamakan efisiensi dan keandalan untuk aktivitas harian.
Pemilihan model tentu perlu disesuaikan dengan kebutuhan, kondisi jalan, serta preferensi masing-masing pengguna agar manfaat yang diperoleh bisa maksimal. (mwp)