Tanda-Tanda Power Steering Hidraulis Mobil Rusak, Kenali Sebelum Terlambat!

Power steering rusak

Power steering hidraulis adalah salah satu komponen penting dalam sistem kemudi mobil yang berfungsi untuk meringankan putaran setir.

Sistem ini bekerja dengan bantuan fluida atau minyak power steering yang memberikan tekanan hidrolik untuk membantu pengemudi mengontrol arah mobil dengan lebih mudah.

Namun, seiring waktu dan pemakaian, power steering bisa mengalami masalah yang berujung pada penurunan performa hingga kerusakan serius.

Agar tidak terlambat dalam menangani kerusakan power steering hidraulis, penting bagi pemilik mobil untuk mengenali tanda-tanda awalnya.

Berikut ini beberapa ciri yang menunjukkan bahwa power steering hidraulis mobil kamu mulai bermasalah!

1. Setir Terasa Berat Saat Diputar

Salah satu indikasi paling jelas dari kerusakan power steering hidraulis adalah setir yang terasa lebih berat dari biasanya.

Jika biasanya kamu bisa memutar setir dengan mudah, tetapi kini terasa lebih kaku dan membutuhkan tenaga ekstra, itu bisa menjadi tanda adanya masalah dalam sistem hidraulis.

Penyebab:

  • Oli power steering berkurang atau habis.
  • Pompa power steering melemah.
  • Selang hidrolik bocor atau tersumbat.

Solusi:

  • Periksa volume oli power steering dan tambahkan jika diperlukan.
  • Periksa selang dan pompa power steering di bengkel untuk memastikan tidak ada kebocoran.

2. Suara Dengung atau Berdecit Saat Memutar Setir

Kerusakan power steering

Kerusakan pada power steering hidraulis bisa membuat pengalaman berkendara menjadi tidak nyaman dan bahkan berbahaya.

Jika kamu mendengar suara dengungan atau decitan saat memutar setir, itu bisa menjadi pertanda bahwa ada masalah pada pompa power steering atau sistem hidraulisnya.

Suara ini biasanya terdengar saat mobil dalam kondisi diam atau ketika setir diputar penuh ke salah satu sisi.

Penyebab:

  • Oli power steering kotor atau sudah terlalu lama tidak diganti.
  • Pompa power steering mulai aus atau rusak.
  • Ada udara yang masuk ke dalam sistem hidraulis.

Solusi:

  • Segera lakukan penggantian oli power steering jika sudah kotor atau berkurang.
  • Periksa pompa power steering untuk memastikan masih dalam kondisi baik.

3. Kebocoran Oli Power Steering

Jika kamu melihat adanya rembesan atau tetesan oli di bawah mobil, terutama di sekitar sistem kemudi, itu bisa menjadi tanda adanya kebocoran pada sistem power steering hidraulis.

Oli power steering berwarna merah atau coklat kemerahan dan memiliki bau khas.

Penyebab:

  • Selang hidrolik retak atau bocor.
  • Seal atau karet pada pompa power steering rusak.

Solusi:

  • Segera periksa sumber kebocoran dan ganti bagian yang rusak di bengkel.
  • Pastikan volume oli power steering tetap dalam batas normal.

4. Getaran atau Sentakan pada Setir

Setir yang terasa bergetar atau tersentak saat diputar bisa menjadi indikasi bahwa ada gangguan dalam sistem power steering hidraulis. Ini bisa terjadi baik saat mobil diam maupun saat berjalan.

Penyebab:

  • Pompa power steering bekerja tidak optimal.
  • Oli power steering sudah tercemar atau mengandung udara.
  • Komponen dalam sistem power steering aus.

Solusi:

  • Periksa kondisi pompa power steering dan lakukan penggantian jika diperlukan.
  • Lakukan pengurasan dan penggantian oli power steering untuk menghilangkan udara di dalam sistem.

5. Setir Tidak Kembali ke Posisi Semula Secara Otomatis

Normalnya, setelah berbelok, setir akan kembali ke posisi lurus secara otomatis dengan bantuan sistem power steering.

Jika setir terasa sulit kembali atau malah tetap condong ke salah satu sisi, ini bisa menjadi tanda bahwa ada gangguan pada sistem kemudi atau power steering.

Penyebab:

  • Tekanan hidrolik dalam sistem power steering menurun.
  • Ada komponen yang aus dalam sistem kemudi.

Solusi:

  • Periksa tekanan oli power steering dan pastikan tidak ada kebocoran.
  • Bawa ke bengkel untuk pemeriksaan lebih lanjut.

6. Lampu Indikator Power Steering Menyala di Dashboard

Beberapa mobil modern dilengkapi dengan lampu indikator power steering di dashboard. Jika lampu ini menyala, berarti ada masalah pada sistem power steering yang perlu segera diperiksa.

Penyebab:

  • Oli power steering berkurang.
  • Sensor pada sistem power steering mendeteksi kerusakan.

Solusi:

  • Cek volume oli power steering dan tambahkan jika diperlukan.
  • Segera bawa mobil ke bengkel untuk pengecekan lebih lanjut.

Cara Mencegah Kerusakan Power Steering Hidraulis

Agar sistem power steering tetap dalam kondisi optimal dan awet, lakukan beberapa langkah perawatan berikut:

  • Rutin Mengecek dan Mengganti Oli Power Steering – Pastikan oli selalu dalam kondisi bersih dan volumenya cukup.
  • Menghindari Memutar Setir Sampai Mentok Terus-Menerus – Ini bisa memberikan tekanan berlebih pada sistem hidraulis dan mempercepat keausan komponen.
  • Memeriksa dan Membersihkan Komponen Power Steering – Selang, pompa, dan rack steering harus diperiksa secara berkala agar tidak terjadi kebocoran.
  • Menggunakan Oli yang Sesuai dengan Spesifikasi Pabrikan – Oli yang tidak sesuai bisa mengurangi kinerja sistem power steering.
  • Segera Menangani Gejala Awal Kerusakan – Jangan menunda perbaikan jika sudah muncul tanda-tanda power steering bermasalah.

Kerusakan pada power steering hidraulis bisa membuat pengalaman berkendara menjadi tidak nyaman dan bahkan berbahaya.

Beberapa tanda yang perlu diwaspadai antara lain setir yang terasa berat, suara decitan saat memutar setir, kebocoran oli power steering, serta getaran atau sentakan pada setir.

Jika tanda-tanda ini muncul, segera lakukan pemeriksaan dan perbaikan agar sistem power steering tetap berfungsi dengan baik.

Merawat power steering dengan rutin dapat mencegah kerusakan serius dan menghindari biaya perbaikan yang mahal.

Pastikan selalu mengecek kondisi oli power steering dan segera perbaiki jika ada indikasi kerusakan. Dengan begitu, kamu bisa menikmati berkendara dengan lebih aman dan nyaman!(vip)