Mobil yang overload saat perjalanan mudik bisa berisiko klaim asuransinya ditolak
Kelebihan muatan atau overload pada mobil bukan hanya membahayakan keselamatan, tetapi juga bisa berdampak negatif pada klaim asuransi jika terjadi kecelakaan. Banyak pengemudi yang tidak menyadari bahwa membawa barang berlebihan bisa menyebabkan klaim asuransi kendaraan mereka ditolak.
Laurentius Iwan Pranoto, Head of PR Marketing Communication and Event Asuransi Astra, menjelaskan bahwa klaim asuransi kendaraan bisa ditolak apabila penyebab utama kecelakaan adalah overload. Hal ini dikarenakan kelebihan muatan dapat mengganggu keseimbangan kendaraan dan meningkatkan risiko kecelakaan.
“Klaim itu dilihat penyebab utamanya dulu, kenapa. Apakah dia melanggar rambu lalu lintas, ngebut di jalan raya, atau mungkin mobilnya muatannya di atas standar yang sudah ditentukan. Karena muatan lebih juga berbahaya, mengubah titik keseimbangan,” ujarnya dalam sebuah wawancara di Jakarta.
Setiap kendaraan memiliki batas beban yang telah ditentukan oleh Agen Pemegang Merek (APM). Melebihi batas ini dapat berdampak buruk tidak hanya pada kendaraan, tetapi juga pada keselamatan pengendara dan pengguna jalan lainnya.
“Misalnya mobil tujuh penumpang diisi sembilan orang, itu sudah overload. Sama seperti dengan menambahkan roof box yang terlalu tinggi, bisa mengganggu keseimbangan dari kendaraan. Risikonya bukan hanya bisa mencelakakan kita saja, tapi orang lain juga,” tambah Iwan.
Penting bagi para pemudik untuk memahami bahwa membawa barang berlebihan tanpa pengamanan yang tepat juga sangat berisiko. Barang yang tidak terikat dengan baik bisa jatuh dan menyebabkan kecelakaan bagi kendaraan di belakangnya.
“Misal tidak menggunakan roof rack tapi pakai terpal, tiba-tiba terpalnya lepas lalu kena kendaraan belakang. Itu bisa mencelakakan orang lain. Jadi, kita yang nggak apa-apa, tapi yang di belakang jadi kena,” lanjutnya.
Risiko mobil overload
Mengendarai mobil dengan muatan berlebih dapat berdampak serius pada performa kendaraan. Salah satu dampaknya adalah konsumsi bahan bakar yang lebih boros karena mesin harus bekerja lebih keras.
Selain itu, suspensi kendaraan juga bisa mengalami tekanan berlebih sehingga mempercepat kerusakan pada komponen kaki-kaki mobil. Kondisi ini tidak hanya membuat kendaraan tidak nyaman dikendarai, tetapi juga bisa menyebabkan kecelakaan.
Overload juga dapat mengurangi efektivitas sistem pengereman, terutama jika kendaraan melaju di jalan menurun atau saat harus berhenti mendadak. Rem yang bekerja lebih keras berisiko panas berlebih dan kehilangan daya cengkeramnya.
Titik keseimbangan kendaraan juga berubah ketika membawa beban berlebih, terutama jika barang diletakkan di atas atap dengan roof box. Hal ini membuat mobil lebih mudah terguling saat bermanuver atau ketika terkena angin kencang.
Selain itu, ban kendaraan juga akan lebih cepat aus akibat beban berlebih yang harus ditanggungnya. Ban yang aus dapat meningkatkan risiko pecah ban saat kendaraan sedang melaju dengan kecepatan tinggi.
Sistem kemudi pun dapat terpengaruh oleh overload, karena distribusi berat yang tidak merata membuat mobil sulit dikendalikan. Saat melewati jalan yang bergelombang atau tikungan tajam, pengemudi mungkin akan kesulitan menjaga arah mobil tetap stabil.
Agar perjalanan mudik tetap aman dan nyaman, pemudik perlu memperhatikan cara membawa barang yang tepat. Langkah pertama adalah memastikan jumlah penumpang sesuai dengan kapasitas kendaraan yang direkomendasikan oleh pabrikan.
Pemudik juga harus menghindari membawa barang di luar batas yang diperbolehkan, terutama yang ditaruh di bagian atap kendaraan. Menggunakan roof box boleh saja, tetapi harus dipasang dengan benar dan tidak melebihi kapasitas yang disarankan.
Barang-barang yang berat sebaiknya ditempatkan di bagasi dengan posisi yang stabil agar tidak bergeser saat kendaraan melaju. Pastikan juga semua barang terikat dengan aman agar tidak berisiko jatuh atau terlempar saat terjadi pengereman mendadak.
Jika barang yang dibawa terlalu banyak, sebaiknya pertimbangkan untuk mengirimkannya melalui jasa ekspedisi. Ini bisa menjadi solusi aman dibandingkan memaksakan semuanya masuk ke dalam kendaraan yang sudah penuh.
Selain itu, pemudik juga perlu melakukan pengecekan kendaraan sebelum berangkat untuk memastikan bahwa semua sistem berfungsi dengan baik. Pastikan tekanan ban sesuai dengan standar agar mampu menopang beban kendaraan dengan optimal.
Banyak pemilik kendaraan tidak menyadari bahwa kondisi kendaraan saat kecelakaan juga menjadi pertimbangan perusahaan asuransi dalam menyetujui klaim. Jika penyebab kecelakaan adalah overload, kemungkinan besar klaim akan ditolak.
Perusahaan asuransi memiliki ketentuan yang harus dipatuhi oleh pemegang polis, salah satunya adalah penggunaan kendaraan sesuai aturan. Jika kendaraan terbukti melebihi kapasitas beban yang ditentukan, klaim bisa dianggap tidak valid.
“Beban yang berlebihan sudah pasti ditolak karena udah ada di peraturan itu, kemudian peraturan lalu lintas juga kan tidak boleh,” kata Iwan. Hal ini berarti pemudik harus memastikan bahwa kendaraan digunakan sesuai dengan batas yang telah ditentukan pabrikan.
Selain itu, pengemudi juga harus memahami risiko hukum jika tetap memaksakan perjalanan dengan kendaraan overload. Jika terjadi kecelakaan yang melibatkan pihak lain, pengemudi bisa dikenakan sanksi hukum karena dianggap lalai dalam berkendara.
Lebih lanjut, kendaraan yang sering mengalami overload juga akan mengalami penurunan nilai jual lebih cepat. Komponen kendaraan yang mengalami tekanan berlebih akan lebih cepat rusak, sehingga biaya perawatan menjadi lebih mahal.
Mudik adalah momen yang menyenangkan, tetapi tetap harus dilakukan dengan cara yang aman dan sesuai aturan. Salah satu faktor penting yang harus diperhatikan adalah tidak membawa muatan berlebih yang bisa membahayakan keselamatan.
Overload dapat meningkatkan risiko kecelakaan, memperburuk performa kendaraan, dan bahkan menyebabkan klaim asuransi kendaraan ditolak. Oleh karena itu, pemudik harus bijak dalam membawa barang agar perjalanan tetap nyaman dan selamat sampai tujuan.
Pastikan kendaraan tetap dalam batas kapasitas yang ditentukan oleh pabrikan dan gunakan metode pengangkutan barang yang aman. Dengan begitu, perjalanan mudik bisa lebih tenang tanpa harus khawatir dengan risiko kecelakaan atau masalah klaim asuransi.
Selain itu, penting bagi pemudik untuk selalu mematuhi peraturan lalu lintas dan mengutamakan keselamatan di jalan. Dengan persiapan yang matang dan pengaturan barang yang baik, perjalanan mudik bisa berjalan lebih lancar dan menyenangkan tanpa kendala yang tidak diinginkan. (dda)
Mudik saat Lebaran merupakan salah satu tradisi khas masyarakat Indonesia yang selalu dinanti-nantikan. Kegiatan ini…
Menambah kapasitas penyimpanan saat berkendara jauh kini semakin mudah dengan pemasangan roof rack atau roof…
Memiliki asuransi mobil adalah langkah cerdas untuk melindungi kendaraan dari risiko yang tidak terduga. Namun,…