Memanaskan mobil di posisi P bisa merusak transmisi, pilih posisi N untuk hasil lebih baik.
Mobil matic semakin populer karena kemudahannya dalam berkendara, terutama di perkotaan yang sering macet.
Tapi, tahukah kamu bahwa banyak pengguna mobil matic yang tanpa sadar melakukan kesalahan dalam cara mengemudi dan merawat mobil mereka?
Kesalahan-kesalahan ini bisa memperpendek umur transmisi dan membuat biaya perbaikan jadi membengkak.
Agar transmisi mobil matic tetap awet dan tidak cepat rusak, simak beberapa kesalahan umum yang sering dilakukan para pengguna mobil matic berikut ini!
Banyak pengemudi mobil matic yang beranggapan bahwa memindahkan tuas transmisi ke posisi Netral (N) saat berhenti di lampu merah bisa menghemat bahan bakar dan memperpanjang umur transmisi. Padahal, kebiasaan ini justru bisa merusak sistem transmisi dalam jangka panjang.
Ketika mobil dalam posisi D (Drive), sistem transmisi otomatis sudah dirancang untuk tetap terhubung dengan mesin dalam kondisi idle.
Memindahkannya ke Netral berulang kali bisa menyebabkan keausan pada komponen transmisi. Lebih baik tetap di posisi D dan menekan rem saat berhenti sebentar.
Hindari kesalahan-kesalahan di atas agar transmisi mobil tidak cepat rusak dan biaya perbaikan bisa ditekan.
Banyak yang salah kaprah dengan fungsi P (Park). Mode ini hanya digunakan saat mobil benar-benar diparkir dalam keadaan mesin mati.
Namun, beberapa pengemudi justru memasukkan gigi ke P saat berhenti sejenak, misalnya di lampu merah atau saat menunggu seseorang.
Hal ini berisiko merusak mekanisme parking pawl, yaitu komponen kecil dalam transmisi yang berfungsi mengunci roda agar mobil tidak bergerak. Jika sering digunakan secara tidak tepat, bisa menyebabkan keausan atau bahkan patah.
Salah satu kebiasaan buruk yang bisa memperpendek usia transmisi adalah menginjak pedal gas secara mendadak, terutama saat mobil baru dinyalakan atau saat ingin menyalip kendaraan lain.
Saat gas diinjak terlalu dalam secara tiba-tiba, tekanan dalam sistem transmisi meningkat drastis, membuat komponen transmisi bekerja lebih keras.
Jika dilakukan berulang kali, hal ini bisa menyebabkan overheating dan mempercepat kerusakan transmisi.
Sebisa mungkin, akselerasi harus dilakukan secara bertahap dan halus untuk menjaga kesehatan transmisi.
Kesalahan ini sering terjadi, misalnya saat pengemudi ingin berpindah dari D ke R atau sebaliknya, tanpa benar-benar menghentikan mobil terlebih dahulu.
Tindakan ini sangat berbahaya karena bisa menyebabkan kerusakan serius pada gearbox dan sistem transmisi.
Selalu pastikan mobil benar-benar berhenti sebelum memindahkan tuas transmisi dari D ke R atau ke posisi lainnya.
Oli transmisi berfungsi untuk melumasi dan menjaga suhu kerja komponen transmisi agar tetap stabil.
Jika oli transmisi kotor atau volumenya kurang, gesekan antar komponen akan meningkat, menyebabkan overheating dan mempercepat keausan.
Cara Mengecek Oli Transmisi:
Mode L (Low) dan 2 digunakan saat membutuhkan torsi besar, misalnya saat menanjak atau melewati jalanan berbatu.
Namun, jika digunakan dalam waktu lama atau di jalan datar, bisa menyebabkan tekanan berlebih pada transmisi.
Penggunaan yang salah ini bisa membuat kopling transmisi lebih cepat aus dan menurunkan efisiensi bahan bakar. Sebaiknya, gunakan mode ini hanya jika benar-benar diperlukan.
Beberapa pengemudi mobil matic memiliki kebiasaan seperti mengemudi mobil manual, seperti sering memainkan tuas transmisi tanpa alasan yang jelas. Padahal, mobil matic sudah dirancang agar perpindahan gigi terjadi secara otomatis.
Memindahkan tuas transmisi secara berlebihan bisa menyebabkan kerusakan pada solenoid dan memperpendek usia sistem transmisi.
Biarkan transmisi bekerja sesuai dengan desainnya tanpa perlu terlalu sering diubah secara manual.
Seringkali, pengguna mobil matic tidak menyadari tanda-tanda awal kerusakan transmisi, atau bahkan mengabaikannya. Beberapa tanda yang harus diperhatikan antara lain:
Jika mengalami gejala-gejala di atas, segera periksakan mobil ke bengkel sebelum kerusakan menjadi lebih parah.
Saat parkir di tanjakan atau turunan, banyak pengemudi hanya mengandalkan mode P (Park) tanpa menggunakan rem tangan.
Ini merupakan kebiasaan yang salah karena bisa memberikan tekanan berlebih pada mekanisme parking pawl.
Untuk menghindari kerusakan, lakukan langkah berikut saat parkir di tempat miring:
Dengan cara ini, beban mobil akan ditopang oleh rem tangan, bukan mekanisme transmisi.
Mobil matic memang lebih praktis, tapi juga membutuhkan perawatan dan cara penggunaan yang tepat agar tetap awet.
Hindari kesalahan-kesalahan di atas agar transmisi mobil tidak cepat rusak dan biaya perbaikan bisa ditekan.
Beberapa hal yang wajib diingat:
Dengan memperhatikan cara penggunaan yang benar, kamu bisa memperpanjang usia transmisi mobil matic dan menghindari biaya servis yang mahal.
Jadi, sudahkah kamu mengemudi dengan benar? (vip)
Mudik Lebaran selalu menjadi momen spesial bagi masyarakat Indonesia. Perjalanan jauh ke kampung halaman tentu…
Yamaha Gear Ultima merupakan salah satu skutik andalan dari Yamaha yang terkenal dengan desain sporty…
Mobil listrik kini semakin digemari di berbagai negara, termasuk Indonesia. Salah satu model yang menarik…