Kenapa Konsumsi Bensin Motor Matik Boros? Cek Penyebab dan Solusinya!

Motor boros

Motor matik memang terkenal praktis dan nyaman digunakan, terutama di perkotaan dengan kondisi lalu lintas yang padat.

Namun, ada satu masalah yang sering dikeluhkan oleh pengguna motor matik, yaitu konsumsi bensin yang terasa lebih boros dibandingkan motor manual. Hal ini tentu membuat biaya operasional semakin tinggi.

Lantas, apa saja penyebab motor matik boros bensin, dan bagaimana solusinya? Simak ulasan berikut!

1. Gaya Berkendara yang Kurang Efisien

Banyak pengendara motor matik yang tidak sadar bahwa cara mereka mengendarai motor bisa mempengaruhi konsumsi bahan bakar.

Kebiasaan menarik gas secara mendadak dan sering melakukan akselerasi serta deselerasi berulang kali bisa menyebabkan bahan bakar lebih cepat habis.

Konsumsi bensin boros

Konsumsi bensin motor matik yang boros bisa disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari gaya berkendara, kondisi ban, hingga masalah pada komponen mesin dan sistem bahan bakar.

Solusi:

  • Gunakan gas dengan halus dan bertahap agar bahan bakar terbakar lebih efisien.
  • Hindari akselerasi mendadak atau pengereman berulang yang tidak perlu.

2. Tekanan Angin Ban Kurang

Tekanan ban yang terlalu rendah bisa meningkatkan gesekan antara ban dan aspal, sehingga mesin harus bekerja lebih keras untuk menggerakkan motor. Akibatnya, konsumsi bahan bakar pun menjadi lebih boros.

Solusi:

  • Periksa tekanan ban secara rutin, minimal seminggu sekali.
  • Sesuaikan tekanan ban dengan rekomendasi pabrikan yang biasanya tertera di bagian bodi motor atau buku manual.

3. Beban Berlebih

Motor matik memiliki batas maksimal beban yang bisa ditanggung. Jika terlalu sering membawa barang berlebihan atau berboncengan dengan bobot yang berat, mesin akan bekerja lebih ekstra, yang otomatis membuat konsumsi bensin lebih boros.

Solusi:

  • Usahakan untuk tidak membawa barang berlebihan.
  • Jika sering berboncengan, atur distribusi berat agar tidak terlalu membebani motor.

4. Saringan Udara Kotor

Saringan udara berfungsi untuk menyaring debu dan kotoran sebelum udara masuk ke ruang bakar.

Jika saringan udara kotor, suplai udara menjadi tidak optimal, yang menyebabkan pembakaran bahan bakar menjadi tidak sempurna dan lebih boros.

Solusi:

  • Bersihkan saringan udara secara berkala, minimal setiap 3.000 – 5.000 km.
  • Jika sudah terlalu kotor atau rusak, segera ganti dengan yang baru.

5. Oli Mesin Sudah Tidak Optimal

Oli yang sudah lama atau kualitasnya menurun akan membuat gesekan antar komponen mesin lebih tinggi, sehingga kerja mesin menjadi lebih berat dan boros bahan bakar.

Solusi:

  • Ganti oli mesin sesuai jadwal yang direkomendasikan oleh pabrikan.
  • Gunakan oli dengan spesifikasi yang sesuai dengan motor matikmu.

6. Kampas Kopling CVT Aus

Motor matik menggunakan sistem CVT (Continuously Variable Transmission) yang bekerja dengan mengandalkan kampas kopling.

Jika kampas kopling aus, tenaga yang dihasilkan mesin tidak tersalur dengan sempurna ke roda, sehingga bahan bakar terbuang sia-sia.

Solusi:

  • Periksa kondisi kampas kopling CVT secara rutin di bengkel.
  • Jika sudah aus atau licin, segera ganti dengan yang baru.

7. Busi yang Sudah Lemah

Busi berperan penting dalam proses pembakaran bahan bakar. Jika busi sudah lemah atau kotor, pembakaran tidak akan maksimal, yang bisa menyebabkan konsumsi bensin lebih boros.

Solusi :

  • Bersihkan busi secara berkala atau ganti setiap 8.000 – 10.000 km.
  • Gunakan busi yang sesuai dengan spesifikasi motor matikmu.

8. Sistem Injeksi atau Karburator Bermasalah

Pada motor injeksi, ECU (Electronic Control Unit) mengatur jumlah bahan bakar yang disemprotkan.

Jika ada masalah pada injektor atau sensor, bensin bisa terbuang sia-sia. Sedangkan pada motor karburator, setelan yang tidak sesuai bisa membuat konsumsi bensin menjadi boros.

Solusi:

  • Lakukan servis injeksi secara rutin di bengkel resmi.
  • Jika motormu masih menggunakan karburator, pastikan setelannya pas agar tidak terlalu kaya bahan bakar.

9. Faktor Jalanan dan Macet

Motor matik sering digunakan di perkotaan yang penuh kemacetan. Saat sering berhenti dan jalan, mesin tetap menyala dan membakar bahan bakar tanpa menghasilkan pergerakan yang optimal.

Solusi:

  • Gunakan mode eco riding saat di jalanan macet.
  • Jika berhenti dalam waktu lama, matikan mesin untuk menghemat bahan bakar.

10. Umur Motor dan Perawatan yang Kurang Optimal

Motor yang sudah berumur biasanya memiliki performa mesin yang menurun. Selain itu, jika jarang dirawat, berbagai komponen bisa mengalami penurunan kinerja, yang akhirnya menyebabkan boros bensin.

Solusi:

  • Lakukan servis rutin sesuai dengan anjuran pabrikan.
  • Pastikan semua komponen dalam kondisi prima agar konsumsi bahan bakar tetap efisien.

Konsumsi bensin motor matik yang boros bisa disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari gaya berkendara, kondisi ban, hingga masalah pada komponen mesin dan sistem bahan bakar.

Dengan perawatan yang tepat dan kebiasaan berkendara yang lebih efisien, kamu bisa menghemat bahan bakar dan mengurangi biaya operasional.

Jadi, jika merasa motor matikmu boros bensin, segera cek penyebabnya dan lakukan perbaikan yang diperlukan. Dengan begitu, performa motor tetap optimal dan kantong tetap aman!(vip)