Penyebab diesel runaway yang dapat mengakibatkan mobil terbakar.
Permasalahan mobil yang mengalami diesel runaway pada dasarnya bukanlah sesuatu yang bisa dianggap remeh.
Beberapa laporan mencatat bahwa mobil yang mengalami diesel runaway tiba-tiba mengeluarkan suara mesin yang menggelegar.
Bahkan, knalpot mobil kerap menghembuskan asap hitam pekat, dan mesin terus menyala meski kunci kontak sudah diputar ke posisi off.
Dalam beberapa kasus ekstrem, diesel runaway menyebabkan kebakaran hebat yang membakar seluruh bagian mobil.
Oleh sebab itu, sebagai pemilik mobil dianjurkan untuk selalu waspada dan memahami penyebab diesel runaway.
Dengan mengetahui detail penyebabnya, maka solusi atas permasalahan diesel runaway bisa diterapkan dengan tepat.
Diesel runaway adalah kondisi berbahaya pada mesin diesel, di mana mesin mobil terus berputar dengan kecepatan tinggi tanpa bisa dikontrol sekalipun pedal gas tidak diinjak.
Kondisi ini bisa berlangsung hingga mesin meledak atau terbakar karena tidak adanya cara untuk menghentikan proses pembakaran yang tidak terkendali.
Fenomena diesel runaway biasanya terjadi pada mesin diesel yang lebih tua atau yang mengalami kerusakan pada komponen tertentu.
Meskipun begitu, mobil diesel modern pun tidak sepenuhnya aman dari risiko ini.
Ketika diesel runaway terjadi, mesin dapat mencapai putaran yang jauh melebihi batas maksimal yang dirancang oleh pabrik.
Akibatnya, beberapa hal berbahaya dapat terjadi, seperti:
Beberapa faktor yang dapat menyebabkan terjadinya diesel runaway antara lain sebagai berikut.
Ilustrasi mobil mengalami diesel runaway
Oli mesin yang bocor ke ruang bakar dapat terbakar seperti bahan bakar diesel dan menyebabkan mesin terus menyala meskipun pedal gas tidak diinjak.
Kebocoran ini dapat terjadi karena kerusakan pada turbocharger atau kerusakan segel mesin yang mengarah ke ruang bakar.
Bahan bakar diesel yang masuk ke ruang bakar melalui jalur yang tidak semestinya dapat menyebabkan mesin terus beroperasi.
Penyebab umum kebocoran bahan bakar adalah injektor bahan bakar yang rusak atau katup yang tidak berfungsi dengan baik.
Pada mesin diesel dengan sistem injeksi, kerusakan pada injektor atau sistem kontrol bahan bakar dapat menyebabkan penyemprotan bahan bakar berlebihan dan tidak dapat dihentikan.
Penggunaan cairan eter untuk membantu menghidupkan mesin diesel dapat menyebabkan pembakaran yang tidak terkendali jika digunakan secara berlebihan.
Turbocharger yang rusak dapat mendorong oli mesin ke dalam ruang bakar, yang kemudian terbakar dan menyebabkan diesel runaway.
Masalah pada katup throttle atau komponen lain yang mengatur udara masuk dapat membuat mesin terus beroperasi meskipun bahan bakar telah diputus.
Untuk memahami mobil mengalami diesel runaway, maka harus mengenali tanda-tandanya sebagai berikut.
Mobil yang mengalami diesel runaway akan mengeluarkan suara yang tidak biasa, jauh lebih keras dari biasanya.
Hal ini disebabkan karena mesin berputar dengan kecepatan yang jauh melebihi batas normal.
Semakin tinggi putaran mesin, maka semakin keras suara yang dihasilkan.
Diesel runaway kerap menimbulkan asap hitam yang pekat atau asap putih dari knalpot.
Asap hitam pekat biasanya menunjukkan bahwa bahan bakar atau oli mesin ikut terbakar dalam jumlah besar.
Sementara itu, asap putih dapat terjadi jika ada kebocoran pendingin atau bahan bakar yang tidak terbakar sempurna.
Mesin akan terus beroperasi meskipun pedal gas dilepas atau mesin dimatikan.
Ini merupakan salah satu tanda paling berbahaya, lantaran mesin telah kehilangan kontrol sepenuhnya.
Akibat proses pembakaran yang tidak terkontrol, mesin akan menjadi sangat panas dalam waktu singkat.
Jika dibiarkan, ini dapat menyebabkan kerusakan permanen pada komponen mesin, bahkan menyebabkan kebakaran.
Mesin yang mengalami diesel runaway sering kali mengeluarkan getaran kuat yang tidak normal.
Hal ini disebabkan oleh proses pembakaran yang tidak seimbang di dalam ruang bakar.
Jika diesel runaway terjadi, ada beberapa langkah darurat yang dapat dilakukan oleh pemilik mobil, di antaranya:
1. Menutup Saluran Udara: Menutup saluran udara masuk mesin dengan benda padat, seperti kain atau papan, dapat menghentikan pembakaran karena mesin membutuhkan udara untuk bekerja.
2. Mengaktifkan Rem Parkir: Menghentikan kendaraan dan mengaktifkan rem parkir dapat mencegah mesin dari kerusakan lebih lanjut.
3. Menghentikan Pasokan Bahan Bakar: Memutus suplai bahan bakar ke mesin jika memungkinkan.
Sementara itu, beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah diesel runaway di kemudian hari, meliputi:
Diesel runaway bukanlah masalah yang dapat dianggap sepele. Kondisi ini dapat menyebabkan kerusakan mesin yang sangat serius, bahkan menimbulkan kebakaran yang membahayakan pengemudi dan penumpang.
Penting bagi pemilik kendaraan untuk memahami penyebab, tanda-tanda, dan cara mengatasi diesel runaway agar terhindar dari risiko yang tidak diinginkan.
Itulah, penjelasan terkait penyebab diesel runaway secara lengkap beserta cara mengatasi dan pencegahannya. Semoga bermanfaat! (fam)