Awas! Ini Dampak Buruk Jika Jarang Ganti Minyak Rem Mobil

Minyak rem mobil

Minyak rem adalah salah satu komponen vital dalam sistem pengereman mobil. Sayangnya, banyak pemilik kendaraan yang sering mengabaikan penggantian minyak rem secara rutin.

Padahal, minyak rem yang sudah lama digunakan dapat mengalami penurunan kualitas dan berdampak buruk pada sistem pengereman.

Jika dibiarkan, hal ini bisa berujung pada kecelakaan fatal yang seharusnya bisa dicegah.

Lalu, apa saja dampak buruk jika jarang mengganti minyak rem mobil? Simak ulasan lengkapnya berikut ini agar kamu lebih waspada dalam merawat kendaraan!

1. Performa Rem Menurun

Minyak rem berfungsi untuk mentransmisikan tekanan dari pedal rem ke sistem pengereman. Jika minyak rem jarang diganti, kualitasnya akan menurun dan kehilangan efektivitasnya.

Hasilnya, respons pengereman menjadi lebih lambat atau bahkan terasa kurang pakem.

Hal ini tentu sangat berbahaya, terutama saat berkendara dalam kondisi darurat yang membutuhkan pengereman cepat.

2. Risiko Rem Blong Meningkat

Perawatan minyak rem mobil

Minyak rem memiliki peran yang sangat penting dalam menjaga performa pengereman mobil.

Salah satu bahaya terbesar dari minyak rem yang tidak pernah diganti adalah risiko rem blong.

Seiring waktu, minyak rem dapat menyerap kelembapan dari udara, yang menyebabkan terbentuknya gelembung udara dalam sistem hidrolik.

Gelembung udara ini bisa menghambat aliran minyak rem dan membuat rem gagal berfungsi. Jika rem blong terjadi di jalan raya, risiko kecelakaan akan sangat tinggi.

3. Overheat pada Sistem Pengereman

Minyak rem yang sudah tua dan terkontaminasi akan lebih mudah mengalami boiling point atau titik didih yang lebih rendah.

Saat suhu rem meningkat akibat pengereman berulang, minyak rem yang sudah buruk bisa mendidih lebih cepat dan menghasilkan uap.

Uap ini dapat menyebabkan tekanan hidrolik dalam sistem rem menurun drastis, yang berujung pada hilangnya kemampuan pengereman.

4. Timbulnya Karat pada Komponen Rem

Minyak rem memiliki sifat higroskopis, yang berarti dapat menyerap kelembapan dari udara.

Jika minyak rem dibiarkan terlalu lama tanpa diganti, kadar air di dalam sistem rem akan meningkat dan mempercepat proses korosi pada komponen rem seperti kaliper, master rem, dan silinder roda.

Karat yang terbentuk bisa menyebabkan sistem pengereman tidak bekerja optimal dan memperpendek umur pakai komponen tersebut.

5. Kerusakan pada Master Rem dan Kaliper Rem

Kotoran dan endapan yang terbentuk akibat minyak rem yang sudah lama tidak diganti dapat menyumbat saluran hidrolik di dalam sistem rem.

Ini bisa mengganggu kerja master rem dan kaliper rem, yang berperan penting dalam memberikan tekanan ke kampas rem.

Jika master rem atau kaliper rusak, maka sistem pengereman akan gagal berfungsi dan membutuhkan biaya perbaikan yang cukup besar.

6. Pengereman Tidak Stabil

Minyak rem yang buruk bisa menyebabkan rem bekerja secara tidak konsisten. Kadang terasa pakem, tetapi di lain waktu menjadi kurang responsif.

Hal ini sangat berbahaya karena pengemudi tidak dapat memperkirakan seberapa efektif rem bekerja dalam situasi darurat.

Akibatnya, pengemudi bisa kehilangan kendali atas kendaraan dan meningkatkan risiko tabrakan.

7. Biaya Perbaikan yang Lebih Mahal

Mengganti minyak rem secara rutin jauh lebih murah dibandingkan harus mengganti komponen pengereman yang sudah rusak.

Jika minyak rem jarang diganti, berbagai komponen dalam sistem pengereman seperti selang rem, kaliper, dan master rem bisa mengalami kerusakan serius.

Biaya perbaikannya bisa mencapai jutaan rupiah, jauh lebih mahal dibandingkan dengan sekadar mengganti minyak rem setiap beberapa tahun sekali.

Kapan Waktu yang Tepat untuk Mengganti Minyak Rem?

Setiap pabrikan mobil biasanya memiliki rekomendasi berbeda mengenai jadwal penggantian minyak rem. Namun, secara umum, minyak rem sebaiknya diganti setiap 20.000 km atau setiap 2 tahun sekali, tergantung dari kondisi penggunaan kendaraan.

Beberapa tanda berikut juga bisa menjadi indikasi bahwa minyak rem sudah harus diganti:

  • Warna minyak rem berubah menjadi lebih gelap atau kecokelatan.
  • Pedal rem terasa lebih dalam atau kurang responsif.
  • Tercium bau terbakar saat mengerem dalam waktu lama.
  • Rem terasa tidak stabil atau muncul suara aneh saat pengereman.

Jika kamu merasakan salah satu tanda di atas, segera periksa dan ganti minyak rem untuk memastikan sistem pengereman tetap bekerja optimal.

Bagaimana Cara Mengganti Minyak Rem yang Benar?

Meskipun mengganti minyak rem bisa dilakukan sendiri, namun lebih disarankan untuk melakukannya di bengkel resmi atau bengkel terpercaya. Berikut adalah langkah-langkah dasar dalam penggantian minyak rem:

  • Pastikan kendaraan dalam kondisi mati dan parkir di tempat yang aman.
  • Buka reservoir minyak rem dan siapkan minyak rem baru sesuai spesifikasi kendaraan.
  • Lakukan bleeding atau pembuangan minyak rem lama dari sistem pengereman.
  • Isi minyak rem baru hingga batas maksimal yang dianjurkan.
  • Pastikan tidak ada udara yang terperangkap di dalam sistem hidrolik.

Tutup kembali reservoir minyak rem dan lakukan uji coba pengereman sebelum digunakan.
Kesimpulan

Minyak rem memiliki peran yang sangat penting dalam menjaga performa pengereman mobil.

Jika minyak rem jarang diganti, berbagai dampak buruk seperti performa rem menurun, risiko rem blong, overheat, karat, hingga kerusakan komponen pengereman bisa terjadi.

Oleh karena itu, pastikan untuk selalu mengganti minyak rem secara rutin sesuai rekomendasi pabrikan agar kendaraan tetap aman dan nyaman digunakan.

Jangan sampai mengabaikan hal kecil seperti minyak rem, karena keselamatan dalam berkendara adalah hal yang utama.

Jadi, kapan terakhir kali kamu mengganti minyak rem mobilmu?(vip)